Saturday, June 17, 2017

Saat Anak Lelaki Bermain Boneka

Saat Anak Lelaki Bermain Boneka
Sista Cantik harusnya tidak butuh berasa cemas bila anak lelaki suka bermain boneka. Sesungguhnya ada masanya anak lelaki akan tidak lagi bermain Boneka Wisuda boneka. Ini berkaitan dengan peranan orang-tua yang baiknya sediakan permainan sesuai sama umur serta bagian tumbuh kembang anak.

Menurut Vera Itabilianan Hadiwidjojo, Psi, anak-anak umur dibawah lima th. atau balita tengah dalam step eksplorasi. Hingga orang-tua harusnya tidak membatasi type mainan spesifik untuk anak.
Anak lelaki bisa bermain boneka, namun untuk mengasah bagian kepekaan serta bakatnya yg beda siapkan juga mainan beda, seperti truk, Barbie, Lego, tempat tinggal boneka, set kereta besar serta banyak mainan yang lain, tak ada yang di beri label MAINAN anak lelaki atau perempuan, semuanya mainan ditujukan untuk semuanya anak.


Seirama dengan apa yang disibakkan Psikolog anak Ajeng Raviando, Psi “Sebenarnya tidak butuh ya sangat mengkotak-kotakan pada anak perempuan serta lelaki karna menurut saya makin lama pemikiran mereka makin berkembang sesuai sama imajinasi mereka. Biarlah mereka berimajinasi namun tetaplah mengikuti mereka supaya tidak keluar batas saat berupaya meningkatkan daya kreativitasnya. ” Perkuat Bonding Bapak Dengan Bayi 580x400
“Ok, anak lelaki main boneka. Namun saat main, diarahkan anaknya untuk jadi lelaki. Misalnya, eh kamu jadi ayahnya ya. Jadi tidak usah dilarang bonekanya. Hanya dibelokin saja, ” tuturnya.

Tidaklah perlu memaksakan anak lakukan permainan yg tidak disenanginya. Umpamanya saja seseorang anak lelaki tidak sukai bermain mobil-mobilan namun lebih suka main dengan boneka. Tetapi sang ibu melarangnya bahkan juga memarahinya hingga buat anak tertekan. Hal tersebut dapat merubah mental anak yang akan datang. Cobalah saksikan bagaimana langkahnya memainkan peranan. Mungkin boneka itu diperankannya jadi atlet atau astronot.

Saat sudah mengetahui imajinasi anak yang menginginkan jadi astronot, Anda dapat menggantinya dengan boneka astronot atau hal-hal lain yang berkaitan dengan harapan si kecil. Beda perihal apabila anak telah terobsesi dengan boneka itu. Waktu anak telah mulai terobsesi utama untuk orang-tua untuk memperingatinya. Oleh karenanya, orang-tua mesti senantiasa mengikuti anak waktu tengah bermain.



“Misalnya anak lelaki telah mulai terobsesi menginginkan merias bonekanya jadi orang-tua mesti melakukan tindakan. Saya tekankan lagi berikut ini utamanya orang-tua mengikuti anak di waktu bermain. Jadi point intinya bagaimana orang-tua menyisihkan saatnya untuk mengikuti anak-anak hingga saat anak memerlihatkan ada kecenderungan yang negatif, orang-tua dapat memberi pengarahan padanya, ” lebih psikolog lulusan Kampus Indonesia itu.


Vera memberikan, dengan membebaskan anak bermain apa sajakah, selanjutnya anak bakal pilih prefrensi sendiri waktu remaja. Hal semacam ini semakin lebih baik bila dirumah, ia di ajarkan untuk membedakan gendernya. Karna penyimpangan seksual yang berlangsung waktu dewasa, sesungguhnya bukanlah karna salah tentukan mainan saat balita. Tetapi alur pengasuhan dalam mengarahkan gender pada anak yang pas. 

No comments:

Post a Comment